SKCK

SKCK hanya bisa diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia melalui Kepolisian Sektor (Polsek) atau Kepolisian Resort (Polres). Lebih lanjut, SKCK yang diterbitkan oleh Polsek atau Polres memiliki perbedaan dari segi kepentingan pengguna. Biasanya SKCK yang diterbitkan oleh Polres berlaku untuk melamar pekerjaan di BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan mengikuti penerimaan PNS (Pegawai Negeri Sipil).

Hal lain yang harus diperhatikan, SKCK hanya bisa dikeluarkan sesuai dengan KTP asal pemohon. Jadi untuk pemohon yang berasal dari daerah tertentu tidak bisa serta merta mendapatkan SKCK di daerah domisili. 

Terkait masa berlaku, SKCK hanya bisa digunakan sampai dengan 6 (enam) bulan sejak tanggal diterbitkan. Jika telah melewati masa berlaku dan bila dirasa perlu, SKCK dapat diperpanjang.

Sama seperti mengurus dokumen lainnya, pengajuan SKCK juga membutuhkan dokumen yang mendukung. Sebenarnya tak sulit membuat SKCK asalkan kamu sudah melengkapi semua persyaratan yang diminta. Berikut adalah berkas atau dokumen yang harus kamu siapkan sebelum mengajukan SKCK.

Salah satu hal yang wajib kamu siapkan ketika akan membuat SKCK adalah mempersiapkan surat pengantar. Surat pengantar yang dibituhkan adalah surat pengantar dari kelurahan. Tentu saja kamu harus membuat surat pengantar dari ketua RT tempatmu tinggal. Setelah itu kamu hanya perlu ke ketua RW, nah di sini lah surat pengantar inilah yang akan berguna untuk pengajuan surat pengantar di Kelurahan.

Biasanya pengajuan surat pengantar di tingkat Kelurahan atau Desa tidak memakan biaya. Tapi tentu saja ini akan memakan sedikit waktumu. Untuk membuat surat pengantar kamu hanya perlu mengisi formulir, isilah dengan benar jangan sampai ada yang salah ya.

Walaupun surat pengantar dari Kelurahan ini penting ternyata di beberapa wilayah atau daerah di Indonesia tidak memerlukan persyaratan yang satu ini. Beberapa Polsek atau Polres sudah meniadakan syarat membawa surat pengantar dari Kelurahan. Jadi ada baiknya kamu bertanya dulu ke Polsek atau Polres yang ingin kamu tuju.

Persyaratan lain yang wajib kamu penuhi tentu saja berkaitan dengan dokumen-dokumen pendukung yang fungsinya kurang lebih untuk meverifikasi identitasmu.

Untuk kamu yang ingin membuat SKCK, berikut beberapa persyaratannya:

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebanyak 2 lembar.
  2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  3. Fotokopi Akta Kelahiran
  4. Fotokopi Ijazah Terakhir.
  5. Pas foto ukuran 4×6 berlatar/background merah sebanyak 6 lembar.

Jika seluruh persyaratan telah dipenuhi, kamu bisa langsung mendatangi Polsek atau Polres terdekat untuk melakukan permohonan SKCK. Usahakan untuk datang lebih awal agar lebih leluasa tanpa perlu menunggu antrian panjang. Selain itu, jangan datang pada waktu istirahat karena loket pelayanan akan ditutup. Pelayanan SKCK beroperasi dari hari Senin-Jumat pukul 08.30-15.00.

Dalam prosesnya, ketika sampai loket pelayanan, kamu akan diberikan blanko yang harus diisi berupa informasi pribadi dan pernyataan tidak pernah melakukan tindak kejahatan. Setelah selesai pengisian, kamu bisa melanjutkan proses sidik jari. Di beberapa Polsek dan Polres proses sidik jari ini masih ada yang mewajibkan sang pemohon membayar. Jadi jangan sungkan untuk bertanya ya.

Dalam tempo kurang dari satu jam, petugas akan memanggil nama pemohon dan menyerahkan SKCK yang telah disahkan. Salah satu tips agar kamu tak membuang waktu saat mengajukan SKCK adalah satang sepagi mungkin. Tips lainnya adalah bawalah dokumen asli plus fotokopi berkas-berkasi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Sehingga ketika terjadi masalah kamu tidak perlu bolak-balik ke rumah dulu.

Setelah proses permohonan SKCK selesai, kamu hanya perlu menunggu dokumenmu siap. Biasanya pembuatan SKCK ini masih bisa ditunggu kok. Setelah SKCK selesai jangan lupa untuk meminta legalisir SKCK untuk keperluan sesuai dengan kebutuhan.

Biaya Pembuatan SKCK

Berdasarkan Undang undang yang berlaku yakni;
• UU RI No.20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Bukan Pajak (PNBP)
• UU RI No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
• PP RI No.50 Tahun 2010 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak yang berlaku pada instansi Polri
• Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1928/VI/2010 tanggal 23 Juni 2010 tentang Pemberlakuan PP RI No.50 Tahun 2010

Dahulu biaya pembuatan SKCK adalah Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah), setelah tanggal 6 Januari 2017 biaya pembuatan SKCK ini naik. Biaya pembuatan SKCK di seluruh wilayah Indonesia naik menjadi RP 30.000. Sedangkan untuk Warga Negara Asing biaya yang dibutuhkan adalah Rp 60.000. Biaya tersebut disetorkan kepada petugas Polri ditempat ketika proses pembuatan SKCK telah selesai.

 

SKCK Juga Bisa Dibuat Lewat Online

Cara membuat SKCK
Image: https://skck.polri.go.id/
Untuk mempermudah dalam pembuatan SKCK, Polri kini telah menyiapkan layanan SKCK secara online yang bisa dikases melalui http//:skck.polri.go.id. Tidak jauh berbeda dengan syarat membuat SKCK secara offline berikut syarat membuat SKCK online.

  1. Scan PASSPOR (untuk keperluan keluar negeri)
  2. Scan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  3. Scan Kartu Keluarga (KK)
  4. Scan Akte Lahir / Ijasah
  5. Scan Pas foto berukuran 4 X 6 sebanyak 6 lembar dengan latar belakang merah.

Setelah mengakses portal SKCK online dan melengkapi formulir, kamu akan mendapatkan nomor registrasi. Nomor tersebut berguna untuk proses pengambilan SKCK di kantor kepolisian yang telah dipilih sewaktu mendaftar. Kamu juga akan melakukan sidik jari seperti halnya proses pembuatan SKCK offline. Meski menggunakan sistem online, jangan lupa untuk membawa dokumen yang menjadi syarat pembuatan SKCK. Proses pembuatan SKCK secara online diklaim hanya berlangsung selama lima menit.

.

Popular Post

Post

Senam Pagi Ibu - ibu PKK

Selasa, 12 September 2017
Post

perempatan

Kamis, 14 September 2017